Search This Blog

Saturday, September 28, 2013

TANAH SEBAGAI SALAH SATU MEDIA TUMBUH

Dalam dunia pertanian, tanah adalah satu hal yang sangat penting. Berikut sedikit penjabaran tentang tanah.
Devenisi tanah berdasarkan pengertian menyeluruh adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyumplai air dan udara.; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi senyawa organik dan usur-unsur seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, CI. Secara Biologi berfungsi sebagai habitat biota/organisme yang berguna dalam penyediaan hara tersebut dan zat lain yang memicu pertumbuhan tanaman.

Fungsi Tanah Bagi Tanaman

  • Tempat tumbuh, berdiri tegak, bertumpu dan berkembangnya perakaran tanaman.
  • Penyedia Kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
  • Penyedia kebutuhan sekunder taanaman (zat-zat pemicu tumbuh : hormon, vitamin, dan asam-asam organik; anti biotik  dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara.
  • Sebagai habitat biota tanah yang mendukung tersedianya kebutuhan sekunder atau primer dari tanaman.

Tanah Asam

Tanah Asam adalah tanah  ber pH rendah dibawah 6, semakin rendah pH  tanahnya maka semakin extrim kemasamannya.

Penyebeab Tanah Asam

  • Curah hujan yang sangat tinggi, secara alamiah menyebabkan tanah menjadi asam akibat pencucian unsur  hara yang ada.
  • Drainase yang buruk, kasus ini banyak terjadi di daerah berawa.
  • Pupuk pembentuk asam. pupuk seperti urea, ZA, Amonium Sulfat, KCL, ZK adalah pupuk yang mempunyai pengaruh mengasamkan tanah karena dalam proses plarutannya dalam tanah turut menurunkan PH.
  • Pengelolaan tanah yang tidak diimbangi dengan pengapuran.
  • Proses dekomposisi bahan organik, sering dijumpai pada tanaman berbahan organik tinggi seperti pada tanah gambut.

 Kendala Tanah Asam Dalam Pertanian.

  • Unsur hara macro seperti NPK, Ca, Mg tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan efisiensi pemupukan  makro juga rendah seperti Urea, TSP, KCL.
  • Beberapa unsur seperti Al dan Fe tersedia berlebih sehingga dapat meracuni tanaman.
  • Menghambat perkembangan micro organisme tanah.
  • Penyerapan unsur hara oleh tanaman berkurang yang mengakibatkan penurunan produksifitas.

 KAPURISASI TANAHA ASAM

Untuk mengatasi kendala tanah asam maka solusinya dalah dengan melakukan kapuring, atau yang sering disebut kapurisasi.
Ilustrasi pH
Kondisi asam atau basa ini ditunjukkan oleh pH, dimana pH adalah gambaran ion hidrogen dalam partikel tanah.
Kegiatan kapurisasi dilakukan dengan menggunakan kapur pertanian berkwalitas tinggi seperti dolomite dengan mesh 100) dan satu kali aplikasi dibatasi hingga maksimal 4 ton dolomit per hektar,hal ini untuk menghindari perubahan pH yg terlalu drastis.




Daya Larut pupuk dalam pelbagai pH
Daya Larut Pupuk Dalam Pelbagai pH tanah (%)


Wednesday, March 20, 2013

ALAT-ALAT PERTANIAN



 ALAT-ALAT PENDUKUNG PERTANIAN / PERKEBUNAN BERBASIS TEHNOLOGI

Mesin Sprayer Pertanian / Perkebunan

Dalam menunjang produktifitas pertanian dan perkebunan, dewasa ini banyak petani yang telah menggunakan mesin sprayer untuk penyemprotan pestisida, fungisida pupuk cair dll pada tanaman. Alat ini sangat membantu petani, alat ini sangat mendukung aktifitas petani. disamping waktu dan tenaga yang diperlukan dalam penyemprotan, menggunakan mesin sprayer ini juga akan mendapatkan hasil penyemprotan yang lebih merata pada tanaman. Mesin ini juga sangat membantu petani jika musim penghujan, khususnya untuk penyemprotan lahan dan tanaman yang luas, karena pada saat musim hujan, hujan akan turun setelah jam 12 siang, maka jika penyemprotan dilakukan dengan alat sprayer rangsel maka akan memakan waktu yang lama sehingga kadang penyemprotan belum selesai hujan sudah turun, tentu ini sangat merugikan, baik dari segi pertumbuhan tanaman dan juga terbaung percumanya obat hama yang telah tercuci hujan. Bedah hal jika menggunakan mesin ini maka waktu pengerjaan akan sangat cepat sehingga tidak perlu kawatir akan obat yang disemprotkan pada tanaman akan tercuci hujan sebelum kering.
Untuk jenis, spesifikasi dan merek Mesin dan sprayer serta segala kelengkapannya berupa selang dll. dapat mudah ditemukan di pasaran dengan harga fariatip.
Maju terus pertanian Indonesia. Salam.







Budidaya cabai merah keriting

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tata cara budidaya cabai merah kriting.
Langsung saja ya. 
Dalam membudidayakan cabai merah kriting ada berapa hal penting yg
harus kita persiapkan.



1. Lahan

Untuk budidaya cabai merah diperlukan lahan kering dan subur. Untuk ketinggian wilayah tidak terlalu berpengaruh karena cabai merah dapat tumbuh baik di dataran tinggi, sedang atau dataran rendah. Dan saat ini telah tersedia farietas-farietas cabai merah yang direkayasa untuk dapat tumbuh baik di ketinggian tertentu, jadi kita tinggal pilih bibit mana yang spesifikasinya sesuai dengan tempat kita akan membudidayakannya. Saya sendiri membudidayakannya di dataran tinggi sekitar 1200mdpl.

2. Benih

Secara umum benih dibagi dua jenis ya itu benih lokal dan benih hybrida hasil rekayasa tehnologi pertanian  (baca BENIH). Pengalaman saya benih lokal lebih tahan terhadap macam-macam hama.

ini beberapa contoh bibit hibrida, maaf saya sensor mereknya karena bukan unutk promosi :-)

3. Mulsa silver-hitam

Mulsa silver hitam sangat diperlukan dalam budidaya cabai. Ini untuk
mengmudahkan dalam penggendalian gulma dll* baca *MULSA


 Mulsa hitam perak ini ada tiga ukuran lebar ; 60 cm, 90 cm dan 120 cm. untuk tanaman cabai merah idealnya menggunakan ukuran lebar 90 cm,

 4. Pupuk kandang

Pupuk kandang yangg baik untuk budidaya cabai adalah kotoran ayam. Atau kompos tumbuhan yang sudah membusuk.

5. Pupuk kimia

Dapat menggunakan NPK 15%. Atau Pupuk Urea, SP36, KCL.

6. Kerja keras dan doa hehehe. 

 

Persiapan lahan Budidaya Cabai Merah

Bentuk parit memanjang dari arah utara keselatan  sedalam kira2 10 cm dan panjang sesuai dgn luas lahan. Taburkan pupuk kandang kedalam paritan tsb dengan volume 1kg pupuk kandan kering/meter atau 15cm kubik/m. Tutup kembali paritan yg telah diberi pupuk kandang. Pentupan dilakukan sambil dibentuknya bedengan setinggi kira2 5cm. Setelah paritan ditutup dan bedengan sudah terbentuk lalu taburkan kembali pupuk kandang dengan volume yg sama. Kemudian lakukan pengapuran jika lahan membutuhkan pengapuran. Biarkan lahan selama minimal 1 minggu atau sampai terkena air hujan beberapa kali. Hal ini perlu agar terbentuk struktur tanah yg baik dengan alami. 

Siapkan pupuk kimia dengan koposisi nitrogen (N) 30 % Kalium (K) 50% Phospat (P) 20%. Atau gunakan NPK 15~15~15% dengan tambahan K sebanyak 10% dari bobot NPK. Taburkan pupuk diatas permukaan bedengan tepat diposisi pupuk kandang dasar dengan volume 40g per meter. Setelah pupuk ditabur, pupuk dititup dengan tanah sambil penyempurnaan bentuk bedengan sampai setinggi 15cm. Biarkan lahan selama 1 minggu dan
usahakan terkena air hujan beberapa kali sebelum dilakukan pemasangan mulsa. Setelah kurang lebih 1 minggu lahan siap dipasangkan mulsa palastik silver hitam ukuran lebar 90cm, panjang sesuai ukuran lahan. Sehari sebelum pemasangan siramkan bakteri m4 dengan dosis 1l / 200liter air. Siramkan campuran tersebut kepermukaan bedengan dengan volume 1l/per 2 meter bedengan. Lakukan penyiraman m4 pada sore hari di atas jam 3 sore. Keesokan harinya sudah dpt dilakulan pemasangan mulsa. Pemasangan mulsa .harus segera dilakukan aga bakteri m4 yg disiramkan tidak lang sung mati terkena panas matahari langsung. Buatlah lubang tanam pada mulsa dengan jarak 25cm. Lahan siap untuk ditanami bibit cabai.

 

Sunday, July 29, 2012

Kembang Kol

Kembang  Kol  / Bunga Kol

(Brassica oleracea var. botrytis)

 
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
Sub Kelas: DilleniidaeOrdo: CapparalesFamili:Brassicaceae(suku sawi-sawian)




Bunga Kol putih Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak. Di Indonesia sering disebut  sebagai kol kembang atau blumkol (berasal dari bahasa Belanda Bloemkool). Tanaman ini berasal dari Eropa subtropis di daerah Mediterania.

Kandungan Gizi Kubis, mentah, Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
Energi 103 kJ (25 kcal)
Karbohidrat 5,8 g 
Gula 3,2 gDiet serat 2,5 g 
Lemak 0,1 g
 Protein 1,28 g 
Thiamine (Vit. B1) 0,061 mg (5%) 
Riboflavin (Vit. B2) 0,040 mg (3%)
  Niacin (Vit. B3) 0,234 mg (2%)
 Asam pantotenat (B5) 0,212 mg (4%) 
Vitamin B6 0,124 mg (10%) 
Folat (Vit. B9) 53 mg (13%)
 Vitamin C 36,6 mg (61%)
 Kalsium 40 mg (4%)
 Besi 0,47 mg (4%) 
Magnesium 12 mg (3%)
 Fosfor 26 mg (4%) 
Kalium 170 mg (4%) 
Seng 0,18 mg (2%



TEHNIK BUDIDAYA KEMBANG KOL ATAU CARA BUDIDAYA BUNGA KOL

Syarat Tumbuh.
Karena Kembang Kol tumbuh baik di ketinggian sekitar 1.000-2.000 m dpl. Curah hujan harus berkisar antara 1.000-1.500 cm per tahun dan harus merata sepanjang tahun. Pada umumnya broccoli menyukai iklim yang dingin atau sejuk. Namun, ada beberapa varietas yang tahan pada iklim panas meskipun kuntum bunganya membuka lebih awal dibandingkan varietas yang ditanam di daerah beriklim sejuk. Hal ini dapat memudahkan kita dalam memilih jenis yang cocok untuk wilayah masing-masing.

Pedoman Budidaya.

Benih harus disemaikan dulu sebelum ditanam di lahan yang tetap. Lahan persemaian dibentuk bedengan dengan lebar sekitar 1 m dan panjang 3 m. Selanjutnya bedengan diberi campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:2. Di dalam bedengan itu dibuatkan baris-baris alur dengan jarak antaralur 5 cm dan kedalamannya sekitar 1,5-2 cm. Benih yang akan disemai direndam dulu dalam air yang bersuhu 50°C selama 15 menit, kemudian diangin-anginkan. Sebelum ditanam, benih diberi fungisida Orthocide atau Dithane M-45.  Dua hari setelah disemai, tanaman akan mulai tampak di atas permukaan tanah. Setelah berumur sekitar 5 sampai 10 hari, bibit dapat dipindahkan ke dalam bumbungan berupa daun kelapa. Media dalam bumbungan terdiri dari campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Sebelum dibumbung harus dilakukan pemilihan bibit yang baik dan sehat. Selain itu, harus dilakukan pula pencegahan penyakit dengan cara bibit yang terpilih dicelupkan ke dalam larutan Agrimycin 1,2 g/1 air serta dipupuk dengan pupuk majemuk NPK 1 atau 2 hari sebelum dibumbung. Sehari setelah dibumbung, bibit disiram dengan pupuk NPK cair 40 g/I air selama seminggu. Selain itu, diberikan pula pupuk daun sebanyak 1 g/1 air, CaCl2, MgS04, dan KN03 dengan konsentrasi 0,5 g/l air dengan selang waktu seminggu sekali. Untuk melindungi tanaman, diberikan pula Dithane 1,5 g/l air dan Basudin 1 cc/l air seminggu sekali. Bibit berada di bumbungan sekitar tiga minggu, kemudian baru bisa dipindahkan ke lahan penanaman tetap. Penanaman Bibit broccoli ditanam dengan jarak tanam 70 x 50 cm pada lubang tanam berdiameter 25 cm dan sedalam kurang lebih 10 cm. Sebelum penanaman, tanah harus diolah dulu. Dan, untuk mencukupi kebutuhan bahan organik, sebaiknya pengolahan tanah dibarengi dengan pemberian pupuk kandang/kompos sebanyak kurang lebih 10 ton/ha. Selanjutnya dibuat bedengan-bedengan dengan lebar sekitar satu meter dan tinggi sekitar 30-50 cm.

Pemeliharaan.
Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari pagi dan sore dan sore hari, terutama saat tanaman mulai tumbuh. Setelah tanaman tumbuh dan berdaun, penyiraman dapat dilakukan sekali sehari. Namun, apabila tanah kelihatan sangat kering dan keras, penyiraman dapat dilakukan lebih sering. Sebaliknya bila curah hujan sudah mencukupi, kita tidak perlu lagi melakukan penyiraman. Pemupukan pada broccoli dilakukan tiga kali. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman mulai tumbuh atau sekitar umur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan pemberian pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 1 g setiap tanaman. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 3 cm dari tanaman. Pemupukan kedua dilakukan 10 hari setelah tanam, yaitu dengan penambahan pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 3 – 5 g. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu. Pemberiannya mengelilingi tanaman dengan jarak 7-8 cm. Setiap selesai memupuk, sebaiknya tanah di sekitar tanaman segera disiram.

Hama dan Penyakit.
Hama dan penyakit yang menyerang broccoli sama seperti hama dan penyakit yang menyerang keluarga (famili) kubis lainnya. Sehingga pengendalian dan pencegahannya pun sama.

Panen dan Pasca Panen.
Broccoli dan kembang kol  dapat dipanen saat kuntum bunga belum membuka dan kepala bunga masih kompak atau sekitar 47-65 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Apabila panen terlambat, maka warna kuntum bunga akan menjadi kuning dan kepala bunga menjadi longgar sehingga mutu dan harganya akan merosot. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun jatuh dengan cara dipotong pada tangkai kepala bunga. Untuk tanaman yang diberi lindungan atau naungan plastik, panen dapat dilakukan tanpa perlu memperhatikan jatuhnya embun.