Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tata cara budidaya cabai merah kriting.
Langsung saja ya.
Dalam membudidayakan cabai merah kriting ada berapa hal penting yg
harus kita persiapkan.
1. Lahan
Untuk budidaya cabai merah diperlukan lahan kering dan subur. Untuk ketinggian wilayah tidak terlalu berpengaruh karena cabai merah dapat tumbuh baik di dataran tinggi, sedang atau dataran rendah. Dan saat ini telah tersedia farietas-farietas cabai merah yang direkayasa untuk dapat tumbuh baik di ketinggian tertentu, jadi kita tinggal pilih bibit mana yang spesifikasinya sesuai dengan tempat kita akan membudidayakannya. Saya sendiri membudidayakannya di dataran tinggi sekitar 1200mdpl.
2. Benih
Secara umum benih dibagi dua jenis ya itu benih lokal dan benih hybrida hasil rekayasa tehnologi pertanian (baca BENIH). Pengalaman saya benih lokal lebih tahan terhadap macam-macam hama.
ini beberapa contoh bibit hibrida, maaf saya sensor mereknya karena bukan unutk promosi :-)
3. Mulsa silver-hitam
Mulsa silver hitam sangat diperlukan dalam budidaya cabai. Ini untuk
mengmudahkan dalam penggendalian gulma dll* baca *MULSA
Mulsa hitam perak ini ada tiga ukuran lebar ; 60 cm, 90 cm dan 120 cm. untuk tanaman cabai merah idealnya menggunakan ukuran lebar 90 cm,
4. Pupuk kandang
Pupuk kandang yangg baik untuk budidaya cabai adalah kotoran ayam. Atau kompos tumbuhan yang sudah membusuk.
5. Pupuk kimia
Dapat menggunakan NPK 15%. Atau Pupuk Urea, SP36, KCL.
6. Kerja keras dan doa hehehe.
Bentuk parit memanjang dari arah utara keselatan sedalam kira2 10 cm dan panjang sesuai dgn luas lahan. Taburkan pupuk kandang kedalam paritan tsb dengan volume 1kg pupuk kandan kering/meter atau 15cm kubik/m. Tutup kembali paritan yg telah diberi pupuk kandang. Pentupan dilakukan sambil dibentuknya bedengan setinggi kira2 5cm. Setelah paritan ditutup dan bedengan sudah terbentuk lalu taburkan kembali pupuk kandang dengan volume yg sama. Kemudian lakukan pengapuran jika lahan membutuhkan pengapuran. Biarkan lahan selama minimal 1 minggu atau sampai terkena air hujan beberapa kali. Hal ini perlu agar terbentuk struktur tanah yg baik dengan alami.
Siapkan pupuk kimia dengan koposisi nitrogen (N) 30 % Kalium (K) 50% Phospat (P) 20%. Atau gunakan NPK 15~15~15% dengan tambahan K sebanyak 10% dari bobot NPK. Taburkan pupuk diatas permukaan bedengan tepat diposisi pupuk kandang dasar dengan volume 40g per meter. Setelah pupuk ditabur, pupuk dititup dengan tanah sambil penyempurnaan bentuk bedengan sampai setinggi 15cm. Biarkan lahan selama 1 minggu dan
usahakan terkena air hujan beberapa kali sebelum dilakukan pemasangan mulsa. Setelah kurang lebih 1 minggu lahan siap dipasangkan mulsa palastik silver hitam ukuran lebar 90cm, panjang sesuai ukuran lahan. Sehari sebelum pemasangan siramkan bakteri m4 dengan dosis 1l / 200liter air. Siramkan campuran tersebut kepermukaan bedengan dengan volume 1l/per 2 meter bedengan. Lakukan penyiraman m4 pada sore hari di atas jam 3 sore. Keesokan harinya sudah dpt dilakulan pemasangan mulsa. Pemasangan mulsa .harus segera dilakukan aga bakteri m4 yg disiramkan tidak lang sung mati terkena panas matahari langsung. Buatlah lubang tanam pada mulsa dengan jarak 25cm. Lahan siap untuk ditanami bibit cabai.
No comments:
Post a Comment